Wednesday, August 24, 2011

Love now, hate later


Seperti sebuah kapal berlayar gah,
Akhir ditelan dek lautan.
Seperti bunga ros kembang mekar,
Akhir layu dek masa.
Tidak ada yang abadi,
Aku dan engkau pun tahu.

Dekat tidak tersentuh,
Jauh terasa pula gelisah.
Kalau benar jauh,
Aku pasti akan terus menunggu.
Bagaimana jika tiada jawaban?
Aku harap aku cuma berkhayal.

Bulan dan bintang peneman malam,
Gemercik air melantun irama merdu,
Berhembus angin membelai rambut,
Gemerisik suara daun menghibur,
Terasa seperti aku terbang tinggi.

Dingin membunuh suasana,
Seluruh tubuh meremang,
Nafas sesak di hujung mulut,
Mungkin masaku telah tiba, ya Izrail?
Benarkan aku tinggal pesanan.

(Apelah yang aku mengarutkan ni? Haihhh)

No comments:

Post a Comment